Rabu, 30 November 2016

KATA PENGANTAR 
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimilikisehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendahhati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usulan, guna penyempurnaan makalah ini.Akhirnya penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.







Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Banyak remaja saat ini yang sulit untuk menerapkan dua dari banyaknya moral penting, yaitu Tanggung jawab dan disiplin. Mendengarnya saja, mereka berpikir seakan-akan, tanggung jawab dandisiplin itu adalah sebuah hal yang sulit untuk dilaksanakan. Namun, untuk masalah satu ini, hanya bisa dihadapi oleh dirinya sendiri.Bagi remaja pada umumnya, kebanyakan dari mereka melalaikan tanggung jawab mereka sebagai seorang siswa atau siswi. Pada satu contoh, seorang muriddiberikan sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam satu hari.Mungkin sang murid akan mengiyakannya dengan mudah, lebih-lebihmenyepelehkannya. Lambat laun, dia akan melupakan kewajibannya tersebutdengan menonton telivisi, atau hal-hal yang tak begitu penting. Satu contoh,mungkin murid tersebut bermain game hingga larut malam. Lalu, ia lupamengerjakan pekerjaan rumahnya dan menyusun buku untuk pelajaran besok.Keesokan harinya, mungkin dia tidak bangun kesiangan. Akan tetapi, diamelalaikan tanggung jawabnya untuk mengerjakan apa yang harus ia kerjakan.Pagi-pagi ia panik, atau lebih-lebih ia cuek bebek. Murid ini bisa saja berpikiran,ia dapat mengerjakan pekerjaan rumahnya disekolah. Setelah sampai sekolah, boleh saja ia tidak terlambat. Namun, ia akan tergesa-gesa. Panik, akhirnya iamelakukan tindakan tidak terpuji, yaitu menyontek pekerjaan rumah temanyasendiri. Bel masuk, murid tersebut tidak dapat menyelesaikan hasil contekannya.Guru masuk, meminta hasil pekerjaannya. Pada akhirnya, dia akanmengumpulkan pekerjaan rumah tersebut secara minim. Secara tiba-tiba, ada yangmenyampaikan bahwa ia mengerjakan pekerjaan rumahnya disekolah, menyontek  pula. Alhasil, dia dihukum, dan nilainya diberi nol.Bisa dimulai dengan satu cara yang sangat kecil, yaitu dengan cara melatihingatan sebuah tugas dari dini. Jika kita seorang yang pelupa, kita dapatmengingat tugas-tugas yang diberikan dengan cara mencatatnya disebuah memo.
Dari sana, adalah sebuah langkah kecil untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab.Disiplin merupakan suatu sikap yang menunjukkan kesediaan untuk menepatiatau mematuhi dan mendukung ketentuan, tata tertib peraturan, nilai serta kaidah-kaidah yang berlaku. Dengan demikian, disiplin bukanlah suatu yang dibawasejak awal, tetapi merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor ajar atau pendidikan. Perilaku disiplin bagi siswa adalah salah satu kunci sukses untuk dapat meraih prestasi yang maksimal. Fungsi utama disiplin adalah untuk mengajar mengendalikan diri dengan mudah menghormati dan mematuhi aturanOleh karena itu, seseorang yang disiplin dalam kehidupannya, akan denganmudah mencapai keberhasilan. Dalam prakteknya, kedisiplinan memerlukankonsistensi dari setiap individu dalam melaksanakannya. Disiplin memerlukan pemahaman yang mendalam bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan, karenadi dalam disiplin terkandung unsur-unsur yang harus dipenuhi atau dijalankan.
B.     Rumusan Masalah
  1. Apakah pengertian dan macam-macam dari tanggung jawab?
  2. Apakah pengertian dan macam-macam dari disiplin?


BAB II

PEMBAHASAN



1.    Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaanwajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamusumum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggungakibatnya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanyang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Seorang siswamempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telahmemenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab.Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si siswa, itulah kadar pertanggung jawabannya, Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar  pertanggung jawabannya.Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.Timbulnya tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidupdalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusialain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan,keselarasan, antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupanmanusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila iatidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat dilihat dari dua sisi yaitudari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakat.Pengertian tanggung jawab menurut ensiklopedia umum adalah kewajibandalam melakukan tugas tertentu. Tanggung jawab timbul karena telah diterimawewenang. Seperti wewenang, tanggung jawab juga membentuk hubungantertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi, tanggung jawabseimbang dengan wewenang.Sedangkan menurut WJS Poerwodarminto tanggung jawab adalah sesuatuyang menjadi kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.Dengan demikian jika terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena itu, manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwatindakannya itu baik dalam arti menurut norma umum, sebab baik menurutseseorang belum tentu baik menurut orang lain atau apa yang dikatakan baik menurut pendapat dirinya ternyata ditolak oleh orang lain.



2.    Macam-Macam Tanggung Jawab
Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakatatau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengandemikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atauhubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:

  • ·   Tanggung jawab terhadap diri sendiriTanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagaimanusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalahkemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalahvii mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasimaka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angansendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan,kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.contoh :Andi membaca sambil berjalan, lalu ia terjatuh, akibatnya ia aharus beristirahatdirawat di rumah dan tidak sekolah. konsekuensi tidak bersekolah dan tinggaldirumah adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri.

  • ·       Tanggung jawab terhadap keluargaKeluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah,ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggotakeluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab inimenyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakankesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.contoh :Seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walapun harus menjadi pelacur sekalipun, karena demi memberikan kehidupan dan bertanggung jawabatas ketiga anaknya.

  • ·    Tanggung jawab terhadap masyarakatPada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuaidengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lainmaka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikianmanusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunyaIlmu Budaya Dasar mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yanglain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkankepada masyarakat contoh :Seorang ketua RT yang menjabat saat itu di daerah tempat tinggalnya harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesejahteraan warganya. misalnya saja bila pada saat hari raya qurban, ketua RT setempat harus sudah mempunyai datawarga miskin yang akan menerima santunan qurban. ketua RT juga harus sigapmembantu bilamana ada warganya yang meninggal dunia, lalu ketua RT jugamenggerakan ibu-ibu PKK ditempatnya untuk membangun pos kesejahteraanuntuk kesehatan, lingkungan dan pendidikan untuk warganya.

  • ·     Tanggung jawab kepada Bangsa / negaraSuatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negarasuatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negaracontoh :Pada zaman penjajahan dahulu, para pemuda Indonesia bertanggung jawab untuk membela negara, turut berperang untuk memerdekakakn negara kesatua republik Indonesia. para pemuda sangat ingin memiliki kebebasan dalam bernegara, maka para pemuda menanamkan dalam hatinya mempunyai tekad yang kuat untuk membela negara dan bertanggung jawab atas semua permasalahan yang ada dinegara Indonesia.

3.    Pengertian Disiplin
Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata initimbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang katadisiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama,disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuanmengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.Prawirosentono (1999: 31) mengemukakan bahwa secara umum disiplinadalah taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku. Sedangkan disiplin kerja,atau lebih tepatnya disiplin kerja pegawai dapat dikatakan ketaatan pegawai yang bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dengan organisasi di mana dia bekerja.Robert E. Quin Cs dalam Prawirosentono (1999 : 32) mengatakan : “Disciplineimplies obedience and respect for the agreement between the firm and itsemployee. Discipline also involves sanction judiciously applied” Uraian ini dapat dijelaskan bahwa disiplin meliputi ketaatan dan hormat terhadap perjanjian yang dibuat antara perusahaan dan karyawan. Disiplin juga berkaitanerat dengan sanksi yang perlu dijatuhkan kepada pihak yang melanggar.Menurut Suradinata (1996: 150), disiplin pada dasarnya mencakup pelajaran, patuh, taat, kesetiaan, hormat kepada ketentuan/peraturan/norma yang berlaku.Dalam hubungannya dengan disiplin kerja, disiplin merupakan unsur pengikat,unsur integrasi dan merupakan unsur yang dapat menggairahkan kerja bahkandapat pula sebaliknya.Dengan berpedoman pada pengertian tersebut maka disiplin merupakan faktor  pengikat kerja, yaitu merupakan kekuatan yang dapat memaksa tenaga kerja atau pegawai untuk mematuhi peraturan serta prosedur kerja yang telah disepakati dantelah ditentukan oleh lembaga yang berwenang atau pejabat yang berwenangdengan berpegang pada peraturan tersebut. Dengan berpegang pada peraturandimaksud diharapkan tujuan organisasi dapat tercapai.Menurut Hurlock (1999: 82) disiplin yaitu suatu cara masyarakat untuk mengajar anak perilaku moral yang disetujui kelompok. Tujuan seluruhdisiplin adalah membentuk perilaku sedemikian rupa hingga ia akan sesuaidengan peran – peran yang ditetapkan kelompok budaya, tempat individu itudiidentifikasinya.Prijodarminto, (1994: 23). Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta danterbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilaiketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Nilai-nilaitersebut telah menjadi bagian perilaku dalam kehidupannya. Perilaku itutercipta melalui proses binaan melalui keluarga, pendidikan dan pengalaman.Menurut Gerakan Disiplin Nasional (GDN 1996:29-30) menyatakan“disiplin adalah alat untuk menciptakan perilaku dan tata tertib manusia sebagai pribadi maupun sebagai kelompokmasyarakat. Disiplin disini berarti hukumanatau sanksi yang berbobot mengatur dan mengendalikan perilaku”.Menurut Rachman (1999:168) menyatakan Disiplin sebagai upayamengendalikan diri dan sikapmental individu atau masyarakat dalammengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tatatertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya.Effendi dan Praja (985: 102) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperolehkebiasaan, pengetahuan, sikap dan sesuatu yang baru sebagai hasil pengalaman yang dilaluinya.Slameto (2003:2) menyatakan “belajar adalah proses usaha yangdilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalaminteraksi dengan lingkungannya”Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik danmengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikanformal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sementara pegawai dunia pendidikan merupakan bagian dari tenaga kependidikan, yaitu anggota masyarakatyang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Dalam informasi tentang wawasan Wiyatamandala, kedisiplinan gurudiartikan sebagai sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semuaketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dantaggung jawab.Dari pengertian diatas dapat disimpulkan. Kedisiplinan guru dan pegawai adalahsikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma yang ada dalammenjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap pendidikananak didiknya. Karena bagaimana pun seorang guru atau tenaga kependidikan(pegawai), merupakan cermin bagi anak didiknya dalam sikap atau teladan, dan ikap disiplin guru dan tenaga kependidikan (pegawai) akan memberikan warnaterhadap hasil pendidikan yang jauh lebih baik.



4. Macam – Macam Disiplin

  • ·     Disiplin dalam Menggunakan WaktuMaksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktuamat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakanwaktu dengan baik.

  • · Disiplin dalam BeribadaMaksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yangterdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWTsenantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman AllahSWT.

  • ·   Disiplin dalam Masyarakatd. Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegaraKedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaiantujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah :


1.Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup.
2.Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturanserta ingin sebebas-bebasnya.
3.Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah.
4. Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun.
5.Longgarnya peraturan yang ada. 


Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar danmengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplinmerupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu gurumemerlukan pemahaman tentang landasan Ilmu kependidikan akan keguruan   sebab saat ini banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin.


5. Konsep Kedisiplinan
Konsep disiplin terbagai menjadi 2 (dua) bagian yaitu :
·       Disiplin Berdasarkan Tradisi Disiplin merupakan cara kuno yaitu cara yang terdiri dari pendaftaran pelanggaran dan catatan dari hukuman terhadap setiap pelanggaran. Disiplin ini dilaksanakan secara kaku dan tegas tanpa kompromi dan cenderung penegakandisiplin secara otoriter. Tindakan disiplin ini diterapkan oleh atasan kepada bawahan dan tidak perna sebaliknya, (suatu tindakan yang sepihak).Pada konsep ini dsiplin dianggap sebagai suatu hukuman untuk tindakan yangdianggap terlarang atau melanggar aturan-aturan dan beratnya hukuman harussebanding dengan besarnya pelanggaran tanpa adanya suatu tawar-menawar yangdisebabkan oleh kondisi yang berbeda atau kondisi yang diluar kemampuannya.Jadi disiplin menurut konsep tradisi ini dipahami sebagai suatu batasan ataskesalahan yang diperbuatnya atau lebih tepatnya disiplin adalah suatu sanksi bukan suatu tindakan yang seharusnya dilakukan. Adapun tujuan dari hukumanadalah agar orang yang melakukan kesalahan atau pelanggaran merasa takut dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang telah dilakukan karyawan tersebut.
·         Disiplin Berdasarkan Sasaran, Disiplin berdasarkan sasaran ini dianggap sebagai lawan dari disiplin tradisi bila dilihat dari tujuannya. Disiplin dianggap secara sah atau berlaku apabila dapatditerima secara sukarela oleh semua kompenen didalam organisasi tersebut,apabila tidak dapat diterima maka secara otomatis disiplin tersebut tidak sah untuk diterapkan dalam organisasi. Fungsi dari disiplin ini adalah sebagai suatu fungsi pembentukan tingkah laku sebagai hukuman. Masa lampau dipandang sebagaisuatu yang sangat berharga, sesuatu yang dianggap memberi pengalaman dan berguna dalam merumuskan dan merubah tingkah laku, tetapi tidak merupakan penuntut yang pasti benar dalam menentukan benar atau salah, karena disini berbagai kemungkinan dapat saja terjadi diluar jangkauan kemampuan manusiasehingga apabila hal itu terjadi, maka disiplin tidak akan mampu menangani danmenjawab itu semua.



BAB III
SIMPULAN

    Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanyang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Seorang siswamempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telahmemenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab.Disiplin bisa diartikan sebagai suatu latihan batin yang terwujud dalamtingkah laku yang mana mempunyai tujuan agar manusia selalu patuh pada peraturan. Dengan adanya disiplin diharapkan nak didik mampumendisplinkan diri dalam mentaati peraturan sekolah. Sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer dan mudah mencapai tujuan pendidikan. Oleh sebab itu adanya bimbingan dari sekolah sanagat pentinguntuk peserta didik, agar mereka dapat mengetahui mana perbuatan yangmelanggar tata tertib dan mana yang tidak.Arti dari diplin secara umum dapatmempunyai makna dan konotasi yang berbeda-beda. Ada yang mengartikansebagai hukuman. pengawasan, pemasalahan, kepatuhan, latihan dan kemampuantingkah laku. Disiplinsekolah adalah keadaan tertib dimana setiap peraturan itu berlaku dan harus ditaati oleh semua warga sekolah yang telah ditetapkan atasdasar kesenangan dan kesadaran hatiTanggung jawab dan disiplin menjadi suatu syarat untuk mencapainya hasilyang optimal dalam organisasi baik organisasi dalam bentuk formal maupun nonformal, sehingga dalam setiap peraturan di instansi atau perusahaan apapunmengenai kedisiplinan pasti selalu ada, hal ini disebabkan karena pentingnya pengaruh kedisiplinan dalam pencapaian standar-standar organisasi. Dalam bahasa disiplin berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata discipline yang artinyaLatihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat.Kata disiplin sering menjadi suatu ukuran yang bernilai positif dan biasanya dijadikan indikasi seseorang yang sukses dalam mencapai cita-citanya dan mencapai tujuaan.



DAFTAR PUSTAKA